Apa Yang Dimaksud dengan Fenomena Digital Amnesia?

Digital Amnesia

Apa yang dimaksud fenomena digital amnesia? Hasil penelitian dari Kaspersky Lab berhasil menemukan bahwa banyak orang yang begitu tergantung pada posel cerdas dan sangat mempercayakan data-data paling penting mereka dalam perangkat digital tersebut, menyimpan data-data penting di dalamnya sehingga apabila perangkat digital mereka hilang maka hal itu merupakan kejadian yang paling gawat. Itulah yang disebut digital amnesia.

Penelitian Mengenai Digital Amnesia

Digital Amnesia
Digital Amnesia

Tentang apa yang dimaksud fenomena digital amnesia, Kaspersky Lab mengadakan penelitian dan memperoleh hasil yang sungguh menghebohkan bahwa dari sebanyak 44% pegawai kantor mengaku telah membuat catatan dalam bentuk digital pada saat rapat.

Hal ini tentu saja mengakibatkan mereka sering tidak memahami apa yang dimaksud oleh pembicara yang dideskripsikan, baik secara kontekstual, emosional maupun perilaku yang berhubungan dengan apa yang disampaikan oleh pembicara tersebut. Survey yang dilakukan juga menemukan bahwa  sebanyak 13% orang mengaku bahwa apabila catatan digital mereka hilang, maka mereka akan bingung.

Selain itu penelitian dari Kaspersky Lab juga berhasil menemukan bahwa pada saat rapat atau presentasi, sebagian besar pebisnis profesional lebih suka mencatat secara digital dan mempunyai catatan yang bersifal real-time dari pada mendengarkan secara aktif apa yang disampaikan oleh pembicara.

Sebanyak 46% responden lebih mempercayai catatan-catatan secara faktual daripada informasi yang disampaikan secara langsung. Selanjutnya sebanyak 67% responden juga setuju bahwa mereka lebih mudah mencadangkan catatan digital dan membagikannya daripada harus mengandalkan memori mereka.

Dampak Buruk Digital Amnesia

Apa yang dimaksud fenomena digital amnesia, ternyata banyak dialami oleh kebanyakan pegawai kantor dan para pelaku bisnis. Mereka lebih percaya memori pada perangkat digital daripada mencatatnya pada otak. Maka sejumlah data-data paling penting pun tersimpan pada perangkat digital.

Namun banyak yang tidak menyadari beberapa dampak buruk dari perilaku tersebut, antara lain seperti berikut ini:

  • Cybercrime

Anda tentu sudah sering mendengar sebutan tersebut. Menyimpan data-data penting dalam perangkat digital memang terlihat praktis, efektif dan efisien serta sesuai dengan tuntutan zaman. Namun tanpa disadari keamanannya justru sering terancam oleh penjahat dunia maya yang disebut cybercrime atau kaum peretas. Mereka bisa mengintai data-data penting Anda, mencuri, bahkan menghapusnya. Hal itu yang harus menjadi perhatian utama. Maka ketika Anda memutuskan untuk menyimpan data penting dalam perangkat digital, pastikan pula adanya sistem keamanan yang memadai.

  • Melemahkan Memori Otak

Siapa sangka bahwa kebiasaan sering menyimpan data-data penting atau catatan dalam perangkat digital membuat memori otak Anda menjadi lemah. Tidak bisa kita pungkiri bahwa kemajuan teknologi digital membuat kita lebih tergantung pada perangkat digital dalam kehidupan sehari-hari, termasuk saat kita harus menyimpan catatan dan data-data penting.

Menyimpan data pada perangkat digital terasa begitu mudah dan praktis. Kita lebih mudah mencari data persebut saat kita butuhkan kapanpun dan di manapun, tanpa kita harus repot mencatat di buku dan kerepotan mencarinya. Termasuk adalah saat kita menyimpan nomer telepon di ponsel, bahkan nomor telepon orang-orang terdekat seperti suami atau istri tidak banyak orang bisa mengingatnya dengan baik.

Nah, kebiasaan yang selalu menyimpan data serta informasi pada perangkat digital itu membuat otak kita menjadi jarang digunakan untuk mengingat memori. Maka lambat-laun tanpa kita sadari, memori otak kita pun mulai melemah karena jarang digunakan untuk bekerja.

Lalu bagaimana solusinya? Apakah di era digital ini kita harus kembali lagi ke zaman dulu dimana segala informasi harus kita simpan dalam memori otak atau buku catatan? Tentu saja tidak seperti itu. Di zaman modern kini, kita juga perlu sesuatu yang serba cepat. Tentu kinerja kita menjadi sangat lambat dan tidak efektif jika harus kembali ke zaman dulu tanpa melibatkan perangkat digital sama sekali. Solusi terbaik adalah menggunakan perangkat digital secara bijak. Artinya tidak semua catatan dan data penting kita simpan dalam perangkat digital, namun latih pula otak kita untuk mengingat sebagian dari catatan dan informasi sehari-hari agar kita terhindar dari kelemahan memori otak.  Apa sulitnya jika kita terkadang membawa buku kecil saat meeting di kantor, mendengarkan pembicara dengan penuh konsentrasi, dan selanjutnya mencatatnya pada buku sambil mengingat informasi tersebut dalam memori otak kita.

Demikian penjelasan mengenai apa yang dimaksud dengan fenomena digital amnesia yang tenyata banyak melanda sebagian besar orang. Tindakan terbaik adalah menggunakan perangkat digital namun juga biasakan otak kita untuk mengingat sejumlah informasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *