Cara Pemeliharaan Data Center Secara Umum

keselamatan pekerja

Pemeliharaan Data Center Secara Umum – Data Center merupakan tempat yang dipergunakan untuk menyimpan, memproses serta mengolah data-data yang berasal dari berbagai sumber dan server supaya dapat diakses dengan mudah oleh pengguna. Seluruh perangkat serta komputer yang terdapat pada data center harus terhubung ke jaringan internet agar mudah dalam akses transfer data serta koneksi.

Data center harus selalu dipelihara secara berkala untuk mencegah terjadinya downtime yang bisa mengakibatkan kerugian yang sangat besar. Cara pemeliharaan data center secara umum dilakukan untuk mencegah terjadinya downtime, dan ini disebut Preventive Maintenance, yakni melaksanakan inspeksi secara terjadwal untuk dapat melihat potensi terjadinya downtime sebelum downtime benar-benar terjadi. Apabila suatu perusahaan atau instansi yang mempunyai data center di lingkungannya tidak pernah melakukan pemeliharaan maka akan memiliki resiko kegagalan sistem lebih besar.

Utamakan Keselamatan Pekerja

keselamatan pekerja
keselamatan pekerja

Data center bisa mengancam keselamatan pekerja dan teknisi ketika mereka melakukan pemeliharaan, antara lain resiko tersengat aliran listrik.  Semua orang yang terlibat harus menyadari potensi bahaya data center sehingga sangat perlu untuk memperhatikan peringatan bahaya pada label yang terdapat pada perangkat yang akan diperiksa/dipelihara. Pelajari dengan seksama dokumentasi perangkat serta dokumentasi pemeliharaan sesuai dengan prosedur yang benar.

Membuat Jadwal Permeliharaan secara Rutin serta Inspeksi

Pemeliharaan data center secara umum diawali dengan membuat jadwal untuk melakukan pemeliharaan data center secara rutin. Ini bisa menurunkan resiko kegagalan sistem khususnya apabila terjadi pemadaman listrik ataupun pengalihan sumber daya dari PLN ke Genset. Jangan lupa untuk selalu melakukan pengecekan pada sistem pendingin data center serta generator. Pemeliharaan rutin yang bersifat preventif ini bisa membantu mengurangi resiko downtime serta membuat peralatan data center lebih tahan lama.

Daftar Pemeriksaan

inspeksi data center
inspeksi data center

Buatlah daftar mengenai hal apa saja yang perlu dilakukan serta selalu memperhatikan perbaikan terhadap standar pemeliharaan data center yang sesuai dengan standar prosedur operasional data center, metode prosedur, serta prosedur operasi darurat yang mana pada suatu pekerjaan tertentu mempunyai kemungkinan perlu mendapatkan tambahan pelatihan serta keamanan.

Manajemen Waktu

management waktu
management waktu

Pemeliharaan data center secara umum sangat disarankan untuk mengikuti kebijakan manajemen pencegahan dalam melakukan pemeliharaan data center secara tepat waktu. Hal ini dilakukan untuk mempertimbangkan masalah biaya downtime data center. Anda bisa menggunakan sistem presentase pada setiap elemen yang terdapat pada daftar pemeliharaan. Misalnya: Apabila terdapat suatu pemeliharaan yang dilaksanakan setiap 120 hari maka cukup sediakan waktu 10% untuk melakukan pemeliharaan tersebut, yakni 12 hari saja. Aturan ini bisa membantu mempertahankan kepatuhan terhadap kebijakan pemeliharaan data center  serta meningkatkan keunggulan data center Anda.

Simpanlah Perincian Pemeliharaan serta Catatan Penugasan

Buatlah catatan mengenai perincian pemeliharaan serta penugasan secara terperinci dan simpan catatan tersebut. Catatan tersebut selanjutnya harus dilaporkan pada pihak manajer data center. Ini untuk memberikan data pemeliharaan ketika para audit IT datang untuk melakukan pemeriksaan data center perusahaan Anda. Selanjutnya catatan penugasan juga bisa digunakan untuk melakukan identifikasi mengenai masalah yang terjadi pada perangkat terhadap kemungkinan kejadian downtime pada tahap ekstrim. Harapannya adalah pemeriksaan rutin pada data center bisa mengurangi downtime pada masa mendatang.

Sistem Manajemen Pemeliharaan secara Komputerisasi

Komputerisasi data center
Komputerisasi data center

Preventive Maintenance Software menyediakan fasilitas pada para staff, pelanggan dan pihak manajer untuk memonitoring status pekerjaan pemeliharaan serta biaya yang berkaitan dengan sistem kerja pada satu sistem secara komprehensif. Software ini juga bisa membantu data center dalam mengurangi biaya pemeliharaan, meningkatkan keunggulan serta produktifitas, meningkatkan usia aset serta menurunkan downtime yang diakibatkan oleh malfungsi pada perangkat.

Hal tersebut juga bermanfaat untuk memastikan bahwa pemeliharaan yang dilakukan secara preventif dan teratur telah sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. Selanjutnya teknisi dapat mengakses ke informasi peralatan seperti prosedur, riwayat pekerjaan dan pemeliharaan data, juga indikator-indikator metrik dengan cepat.

Pemeliharaan yang terjadwal dengan rutin bisa membantu mencegah kegagalan sistem secara tiba-tiba yang diakibatkan oleh baterai UPS, firmware yang telah usang, filter udara yang mengalami penyumbatan, dan sebagainya.

Selanjutnya Anda dapat melakukan perampingan serta digitalisasi pada operasional pemeliharaan data center dengan cara menggabungkan berbagai unsur, antara lain dokumen, personil, data, aset, log kerja dan lain sebagainya dengan mempergunakan software manajemen pemeliharaan data center.

Demikian penjelasan mengenai cara pemeliharaan data center secara umum yang pada dasarnya bertujuan untuk mengurangi resiko downtime. Semoga bermanfaat

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *