Perbandingan Komputer Klasik dan Komputer Kuantum

Komputer Kuantum

Sebelum membahas mengenai perbandingan komputer klasik dan komputer kuantum, terlebih dahulu Anda perlu mengetahui apa pengertian komputer. Komputer merupakan seperangkat elektronik yang saling terkait dan dapat bekerja sama dalam penerimaan data (input), pengolahan data (proses) serta pemberian informasi (output) yang mana secara keseluruhan terkoordinasi menurut kontrol program yang tersimpan pada memorinya.

Ada suatu pernyataan yang mengungkapkan bahwa pada era saat ini komputer klasik sudah lewat/tamat, dan perannya telah digantikan oleh komputer kuantum.  Jadi apa sebenarnya perbedaan keduanya, dan bagaimana perbandingan komputer klasik dan komputer kuantum?

Spesifikasi Komputer Klasik

Komputer Klasik
Komputer Klasik

Pada pelaksanaannya, komputer klasik tergantung pada tingkat akhir yakni pada prinsip-prinsip seperti yang dijabarkan oleh Aljabar Boolean. Data-data perlu diproses pada kondisi biner eksklusif pada tiap-tiap titik waktu atau bit. Sedangkan pada waktu itu tiap-tiap transistor maupun kapasitor harus pada keadaan 0 atau 1 sebelum berubah status yang sekarang diukur dalam miliar detik.

Komputer kuantum merupakan peralatan yang mempergunakan prinsip-prinsip yang diambil dari teori kuantum dalam mengolah informasi. Komputer kuantum bisa memproses seluruh ragam informasi mengikuti hukum-hukum fisika kuantum sehingga mampu melakukan tugas-tugas dengan mempergunakan seluruh kemungkinan permutasi dengan waktu yang bersamaan.

Spesifikasi Komputer Kuantum

Komputer Kuantum
Komputer Kuantum

Komputer kuantum merupakan alat yang mempergunakan prinsip-prinsip teori kuantum dalah pengolahan informasi. Pada teori kuantum, dijelaskan mengenai perilaku obyek-obyek yang berukuran mikro antara lain molekul, atom serta partikel. Dunia makroskopis berbeda dengan dunia mikroskopis. Dalam prinsip kuantum, materi bisa berlaku sebagaimana partikel serta gelombang. Inilah yang disebut dualisme partikel-gelombang yang merupakan satu keunikan dari teori kuantum.

Sehubungan dengan teori kuantum, maka komputer kuantum juga bisa memproses seluruh jenis informasi yang diproses oleh komputer klasik. Selain itu salah satu perbandingan komputer klasik dan komputer kuantum, adalah  komputer kuantum memiliki satu sifat unik yakni superposisi kuantum untuk melaksanakan komputasi yang tidak bisa dilakukan oleh komputer klasik.

Sejarah Komputer Kuantum

Komputer Kuantum
Komputer Kuantum

Gordon Moore merupakan salah seorang pendiri Intel  yang pada era 1960 an  mengungkapkan bahwa jumlah transistor yang bisa dibuat dalam satu mikroprosesor menjadi dua kali lipat pada tiap 18 bulan. Ini dikenal sebagai hukum Moore.

Hukum Moore menjadi dasar bahwa kemampuan komputer harus selalu ditingkatkan dengan cara memasukkan transistor dalam jumlah yang lebih banyak ke dalam chip.  Intel mengeluarkan biaya yang begitu besar dalam riset dalam rangka memastikan bahwa hukum Moore tersebut tetap berlaku.

Namun sejalan dengan menyusutnya ukuran transistor serta chip , maka panas yang dihasilkan pada chip komputer pun semakin mengalami peningkatan sehingga terdapat biaya yang begitu besar untuk menghilangkan panas tersebut karena panas sangat berpotensi mengakibatkan kerusakan. Besarnya biaya tentu saja akan menghambat perkembangan industri komputer di masa depan.

Selain itu hal yang yang juga tak kalah penting adalah ukuran chip sebesar skala nanometer (satu per triliun meter). Maka adanya efek kuantum menjadi sangat penting karena tentunya akan sangat sulit untuk menciptakan chip yang bisa bekerja secara benar. Maka di sinilah lahir pikiran untuk menciptakan komputer kuantum.

t dalam rangka memastikan bahwa hukum Moore tersebut tetap berlaku. a dibuKonsep awal mengenai komputer yang beroperasi menurut teori kuantum pertama kali dicetuskan oleh ahli fisika Amerika yakni Richard Fenyman pada era tahun 1980 an. Ia menyadari bahwa komputer klasik sudah tidak lagi efisien jika dipergunakan untuk melakukan simulasi dinamika sistem kuantum.

Superposisi Komputer Kuantum serta Keterikatan

  • Superposisi

Bayangkan qubit sebagai elektron pada medan magnet. Putaran elektron kemungkinan berjalan baik dengan bidang yang disebut status spin-up. Dan yang berlawanan dengan bidang disebut spin-down. Sesuai dengan hukum kuantum, partikel akan memasuki status superposisi yang mana partikel tersebut akan berlaku seperti pada kedua status secara bersamaan. Dan pada tiap tiap qubit yang digunakan dapat mengambil superposisi dari 0 dan 1.

  • Belitan

Partikel yang saling berinteraksi pada beberapa titik akan mempertahankan jenis koneksi serta bisa dijerat dan saling berpasangan. Proses ini disebut korelasi. Belitan kuantum ini bisa memungkinkan qubit yan terpisah oleh jarak untuk bisa saling berinteraksi, tidak peduli berapa jauh jarak antar partikel tersebut maka akan tetap terjerat selama tetap terisolasi.

Superposisi dan belitan secara bersamaan akan memberikan daya komputansi meningkat sangat besar dan berdasarkan fakta bahwa komputer kuantum memiliki kecepatan 100 juta kali lipat jika dibandingkan dengan komputer umum yang tersedia saat ini.

Demikian penjelasanan mengenai perbandingan komputer klasik dan komputer kuantum. Semoga bermanfaat.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *