Tips Memilih Database Server Open Source

Database Server

Tips memilih database server open source perlu diperhatikan karena database merupakan salah satu bagian terpenting pada pembangunan proyek sistem informasi, baik skala besar maupun skala kecil. Pada sistem informasi database server dipergunakan sebagai media untuk menyimpan data yang dipergunakan secara bersama-sama yakni sebagai supply data request user.

Memilih Database Server

Database Server
Database Server

Sebelum menentukan database sebagai media penyimpanan data, Anda perlu mempertimbangkan mengenai performance database tersebut. Hal ini bisa Anda lihat dari popularitas pengguna database. Apabila junlah penggunanya besar, maka kemungkinan besar database open source tersebut layak untuk Anda pilih.

Perhatikan tips memilih database server open server berikut ini:

  • Response Time: perhatikan jangka waktu yang diperlukan oleh pengguna dalam akses informasi database.
  • Concurrent Users: Menunjukkan jumlah kapasitas pengguna secara maksimal yang dapat melakukan akses data pada waktu bersamaan.
  • Security Data: perhatikan sistem keamanan pada database.
  • Tersedianya fasilitas backup serta restore data: Hal ini bertujuan agar bisa menyalin data (backup) sehingga ketika terjadi masalah seperti kehilangan data maka data tetap masih bisa dipulihkan dengan restore data.
  • Recovery Tool Database: Ini dipergunakan sebagai alat bantu dalam memperbaiki corrupt data maupun cacat metadata yang terjadi pada database yang umumnya disebabkan karena mati listrik. Contoh recovery tool: IB Surgeon, GFIX, dan Data Pump.
  • Space Utility: Ini merupakan kapasitas ruang penyimpanan data pada database.
  • Transaction Data: Jumlah transaksi rata-rata yang mampu diproses setiap menit pada sistem database.
  • Monitoring Tool: dipergunakan untuk melakukan monitor pada sistem database yang meliputi database monitor, monitoring users akses, SQL monitor, serta memori resouce performance.
  • Multi Platform: Multi Platform dapat dijalankan pada berbagai sistem operasi yang berbeda, yakni pada Microsoft, Mac OS, Linux, serta Open Solaris.

Terdapat beberapa versi database, yakni: MY SQL, Firebird, Postgre, Oracle, IBM DB2, dan sebagainya. MYSQL merupakan jenis database yang saat ini paling banyak dipergunakan bersama website. Kemungkinan besar, banyaknya peminat karena MYSQL yang berbasis Open Source ini mempunyai fitur yang lengkap seta gratis. Contoh lain dari database open source lainnya adalah Ingres dan  PostgresSQL.

Namun MySQL memiliki kelemahan apabila dihubungkan lebih dari satu server. Kemudian muncul database NoSQL yang mempunyai skalabilitas serta fleksibilitas lebih tinggi dalam kemampuannya menyimpan data dan memanipulasi data. Contoh dari database tupe NoSQL antara lain Hadoop, Coughbasem Cassandra serta MongoDB. Adapula database berbasis SQL yang terbaru yang cara kerjanya menggabungkan skalabilitas dari NoSQL yang mampu meningkatkan integritas data. Contohnya: Clustrix, NuoDB, MemSQL, serta VoltDB.

Menguji Database Open Source Terbaik

Database Open Source Terbaik
Database Open Source Terbaik

Salah satu tips memilih database server open server adalah dengan melakukan ujicoba pada database untuk mencari yang terbaik. Kita ambil sampel MYSQL dan PosgreSQL.

  • Popularitas Pengguna: Keduanya memiliki kekuatan yang sama pada popularitas pengguna. Terbukti dengan adanya permintaan transaksi yang sama-sama tinggi.
  • Fungsi penggunaan: MYSQL dipergunakan pada Slashdot, Facebook, Twitter, serta Wikipedia. Sedangkan PosgreSQL dipergunakan oleh Yahoo untuk menjalankan multi-petabyte yang memproses bermiliar peristiwa setiap hari. Selain itu juga dipergunakan oleh Disqus serta Reddit.
  • Penggunaan pada Sistem Operasi: Keduanya merupakan database gratis dan dioperasikan pada Windows, Linux, Unix, serta MacOS X. Untuk menguji keduanya hanya perlu waktu dan perangkat keras. Kedua-duanya bersifat fleksible dan mempunyai skala yang bagus pada berbagai kebutuhan bagi skala kecil hingga skala besar.
  • Space: MySQL satu tingkat lebih kecl dibandingkan PosgreSQL. MySQL dapat di turunkan dalam embedded space menggunakan libmysqld. Sedangkan PostgreSQL tidak mampu mendukung aplikasi embedded space.
  • MySQL merupakan database yang cepat dalam kebutuhan aplikasi serta website, mampu membaca data secara cepat, namun hanya memiliki sedikit fitur canggih serta sedikit melakukan pemeriksaan integritas data. Sedangkan PostgreSQL memiliki fitur yang lebih lengkap dan dipergunakan pada transaksi aplikasi enterprise menggunakan ACID yang kuat serta banyak melakukan pemeriksaan integritas data.
  • Keunggulan dari MYSQL adalah merupakan engine paling cepat karena hanya melakukan pemeriksaan integritas data dalam jumlah yang paling sedikit. Database ini bekerja sebagai back end bagi situs web besar yang membaca begitu banyak data.

Demikian tips memilih database server open server yang tersaji untuk Anda. Semoga bermanfaat.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *